Masihkah kita mengeluh atas kesulitan dan beratnya hidup?
Jika Anda memang yakin dengan kekuatan yang Anda miliki, kenapa harus
mengeluh? Sebuah keluhan adalah pengakuan akan beratnya beban yang
dihadapi. Keluhan adalah sebuah pengakuan bahwa kita merasa lemah tidak
berdaya. Jika kita merasa kuat, kenapa harus mengeluh? Jalani saja,
terjang semua halangan dan rintangan. Semua itu akan diwujudkan dengan
tindakan, bukan dengan kata-kata keluhan.Tidak memiliki cita-cita yang tinggi. Orang yang
merasa lemah, dia tidak akan berani memiliki cita-cita yang tinggi.
Hidupnya hanya untuk sekedar bisa berjalan saja, sebab apa yang ada
dalam pikiran bawah sadarnya hanya sekedar bertahan. Bertahan saja
susah, kenapa harus memikirkan yang besar? Sudahlah tidak usah
muluk-muluk, bisa makan saja sudah cukup. Dan sebagainya. Semua itu
adalah gambaran bahwa Anda merasa lemah.Melepaskan diri dari beban yang berat, seperti tugas dakwah dan jihad.
Dia akan membayangkan bagaimana beratnya tugas dakwah dan jihad. Maka
dia melepaskan diri dengan berbagai dalih bahwa dia tidak sanggup, dia
sibuk, dan sebagainya. Kalau pun dia berdakwah, dia hanya memilih yang
ringan saja, yang tidak keluar dari zona nyaman dia. Ini adalah bagian
saya, katanya. Saya hanya bisa melakukan hal ini. Sementara, dia
menganggap tugas-tugas berat itu adalah tugas orang lain, bukan tugas
dia. Saat dia yakin bahwa dakwah dan jihad adalah sebuah kewajiban,
kanapa harus memilih yang ringan-ringan saja? Dia akan mengatakan, yang
sesuai dengan kesanggupannya. Terbukti bahwa dia mengakui dirinya lemah.
Kesanggupannya hanya sampai disana.Tergantung atau menggantungkan diri pada kondisi.
Dia takut akan perubahan yang mungkin terjadi. Bagaimana jika perubahan
akan merusak bisnisnya? Bagaimana jika perubahan akan mengancam
karirnya? Itu mungkin saja, perubahan akan selalu terjadi. Bisa jadi,
bisnis Anda akan bangkrut akibat perubahan. Bisa jadi karir Anda tamat
karena perubahan teknologi. Benar? Tidak. Bukan, bukan perubahan yang
mengakibatkan bisnis hancur dan karir yang terancam, tetapi karena diri
Andalah yang tidak menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Saat
Anda takut, artinya Anda mengakui kelemahan diri.Tergantung pada pekerjaan saat ini. Termasuk, saat
Anda merasa takut kehilangan pekerjaan saat ini. Kalau saya berhenti,
bagaimana dengan makan anak istri saya? Padahal, siapa yang bisa
menjamin Anda akan terus memiliki pekerjaan? Jika Anda seseorang yang
yakin dengan kekuatan yang dimilikinya, maka dia yakin akan sanggup
mengatasi masalah ekonomi seandainya dia kehilangan pekerjaan. Takut
akan kehilangan pekerjaan, adalah sebuah pengakuan bahwa diri lemah dan
kurang meyakini potensi diri dan pertolongan Allah.
Setiap perjalanan akan selalu memerlukan kekuatan. Sebuah mobil tidak
akan berjalan jika tidak memiliki kekuatan untuk membawa beban dirinya.
Begitu juga dengan manusia, agar bisa menjalani hidupnya memerlukan
sebuah kekuatan.Seberapa besarkah kekuatan yang dibutuhkan oleh manusia agar sanggup
menjalani hidupnya dengan baik? Kita tidak pernah tahu, namun yang jelas
adalah potensi yang sudah kita miliki plus pertolongan dan bantuan
Allah, kita dijamin akan sanggup menjalani hidup dengan beban sebesar
apa pun.Allah sudah menjamin hal ini, meski kekuatan manusia memang terbatas,
tetapi semua beban yang kita hadapi masih berada dibawah kemampuan
manusia itu.Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al Baqarah: 286)Mungkin Anda pernah merasakan bahwa kekuatan yang kita miliki itu
kurang. Serasa beban terlalu berat seolah kekuatan kita tidak cukup
untuk menjalaninya. Jika kita yakin dengan firman Allah diatas, jelas
kekurangan yang kita rasakan hanyalah prasangka saja.Saat Anda merasa lemah, maka ingatlah ayat diatas. Yakinlah,
bangunlah keyakinan pada diri Anda bahwa potensi yang Allah berikan
kepada Anda sesungguhnya cukup untuk menghadapi beban yang kita pikul.
Plus, kita masih bisa meminta bantuan dan pertolongan Allah Subhaanahu
wa Ta’ala.Mungkin, banyak orang yang mengatakan bahwa dia tahu dan beriman
dengan ayat diatas. Dia mengatakan bahwa dia pasti sanggup menghadapi
semua beban sebesar apa pun. Dia mengatakan bahwa potensi manusia itu
adalah dahsyat. Dia mengatakan bahwa dia yakin dengan pertolongan Allah.Namun betulkah? Ini yang patut kita renungkan. Betulkah kita sudah yakin atau hanya dalam mulut semata?Mari kita periksa, apakah diri kita sudah mencerminkan pribadi yang
memiliki keyakinan yang mantap akan kekuatan yang dimilikinya?
Masihkah kita mengeluh atas kesulitan dan beratnya hidup?
Jika Anda memang yakin dengan kekuatan yang Anda miliki, kenapa harus
mengeluh? Sebuah keluhan adalah pengakuan akan beratnya beban yang
dihadapi. Keluhan adalah sebuah pengakuan bahwa kita merasa lemah tidak
berdaya. Jika kita merasa kuat, kenapa harus mengeluh? Jalani saja,
terjang semua halangan dan rintangan. Semua itu akan diwujudkan dengan
tindakan, bukan dengan kata-kata keluhan.Tidak memiliki cita-cita yang tinggi. Orang yang
merasa lemah, dia tidak akan berani memiliki cita-cita yang tinggi.
Hidupnya hanya untuk sekedar bisa berjalan saja, sebab apa yang ada
dalam pikiran bawah sadarnya hanya sekedar bertahan. Bertahan saja
susah, kenapa harus memikirkan yang besar? Sudahlah tidak usah
muluk-muluk, bisa makan saja sudah cukup. Dan sebagainya. Semua itu
adalah gambaran bahwa Anda merasa lemah.Melepaskan diri dari beban yang berat, seperti tugas dakwah dan jihad.
Dia akan membayangkan bagaimana beratnya tugas dakwah dan jihad. Maka
dia melepaskan diri dengan berbagai dalih bahwa dia tidak sanggup, dia
sibuk, dan sebagainya. Kalau pun dia berdakwah, dia hanya memilih yang
ringan saja, yang tidak keluar dari zona nyaman dia. Ini adalah bagian
saya, katanya. Saya hanya bisa melakukan hal ini. Sementara, dia
menganggap tugas-tugas berat itu adalah tugas orang lain, bukan tugas
dia. Saat dia yakin bahwa dakwah dan jihad adalah sebuah kewajiban,
kanapa harus memilih yang ringan-ringan saja? Dia akan mengatakan, yang
sesuai dengan kesanggupannya. Terbukti bahwa dia mengakui dirinya lemah.
Kesanggupannya hanya sampai disana.Tergantung atau menggantungkan diri pada kondisi.
Dia takut akan perubahan yang mungkin terjadi. Bagaimana jika perubahan
akan merusak bisnisnya? Bagaimana jika perubahan akan mengancam
karirnya? Itu mungkin saja, perubahan akan selalu terjadi. Bisa jadi,
bisnis Anda akan bangkrut akibat perubahan. Bisa jadi karir Anda tamat
karena perubahan teknologi. Benar? Tidak. Bukan, bukan perubahan yang
mengakibatkan bisnis hancur dan karir yang terancam, tetapi karena diri
Andalah yang tidak menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Saat
Anda takut, artinya Anda mengakui kelemahan diri.Tergantung pada pekerjaan saat ini. Termasuk, saat
Anda merasa takut kehilangan pekerjaan saat ini. Kalau saya berhenti,
bagaimana dengan makan anak istri saya? Padahal, siapa yang bisa
menjamin Anda akan terus memiliki pekerjaan? Jika Anda seseorang yang
yakin dengan kekuatan yang dimilikinya, maka dia yakin akan sanggup
mengatasi masalah ekonomi seandainya dia kehilangan pekerjaan. Takut
akan kehilangan pekerjaan, adalah sebuah pengakuan bahwa diri lemah dan
kurang meyakini potensi diri dan pertolongan Allah.
Setiap perjalanan akan selalu memerlukan kekuatan. Sebuah mobil tidak
akan berjalan jika tidak memiliki kekuatan untuk membawa beban dirinya.
Begitu juga dengan manusia, agar bisa menjalani hidupnya memerlukan
sebuah kekuatan.Seberapa besarkah kekuatan yang dibutuhkan oleh manusia agar sanggup
menjalani hidupnya dengan baik? Kita tidak pernah tahu, namun yang jelas
adalah potensi yang sudah kita miliki plus pertolongan dan bantuan
Allah, kita dijamin akan sanggup menjalani hidup dengan beban sebesar
apa pun.Allah sudah menjamin hal ini, meski kekuatan manusia memang terbatas,
tetapi semua beban yang kita hadapi masih berada dibawah kemampuan
manusia itu.Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Al Baqarah: 286)Mungkin Anda pernah merasakan bahwa kekuatan yang kita miliki itu
kurang. Serasa beban terlalu berat seolah kekuatan kita tidak cukup
untuk menjalaninya. Jika kita yakin dengan firman Allah diatas, jelas
kekurangan yang kita rasakan hanyalah prasangka saja.Saat Anda merasa lemah, maka ingatlah ayat diatas. Yakinlah,
bangunlah keyakinan pada diri Anda bahwa potensi yang Allah berikan
kepada Anda sesungguhnya cukup untuk menghadapi beban yang kita pikul.
Plus, kita masih bisa meminta bantuan dan pertolongan Allah Subhaanahu
wa Ta’ala.Mungkin, banyak orang yang mengatakan bahwa dia tahu dan beriman
dengan ayat diatas. Dia mengatakan bahwa dia pasti sanggup menghadapi
semua beban sebesar apa pun. Dia mengatakan bahwa potensi manusia itu
adalah dahsyat. Dia mengatakan bahwa dia yakin dengan pertolongan Allah.Namun betulkah? Ini yang patut kita renungkan. Betulkah kita sudah yakin atau hanya dalam mulut semata?Mari kita periksa, apakah diri kita sudah mencerminkan pribadi yang
memiliki keyakinan yang mantap akan kekuatan yang dimilikinya?



0 komentar:
Posting Komentar