Saat kita terbangun di pagi yang cerah terdapat dua pilihan yang harus
kita pilih, yaitu melanjutkan mimpi indah kita ATAU membuat impian kita
menjadi kenyataan yang indah. Kebanyakan orang hanya menganggap mimpi
adalah suatu hal yang sepele dan hanyalah khayalan semata. Seharusnya
mimpi yang kita punya jangan hanya dijadikan sebuah khayalan saja, tapi
jadikan juga sesuatu tujuan (goal) yang ingin kita raih dan kita
idam-idamkan untuk menjadi kenyataan di masa depan atau bisa kita sebut
dengan IMPIAN. Kita harus mengubah mimpi kita menjadi impian, karena
apabila menjadi sebuah impian kita bertekad dengan sungguh-sungguh dalam
menggapainya.
Tapi perlu diketahui bahwa mimpi yang sudah menjadi impian pun tidak
ada artinya apabila tidak ada usaha untuk merealisasikannya menjadi
kenyataan. Bangunlah dari tidur kita lalu capai dan raihlah impian kita!
Saya pernah mendengar kata yang sangat menginspirasi dari film Sang
Pemimpi karya Andrea Hirata yaitu, "Bukanlah seberapa besar mimpi Anda,
tapi seberapa besar Anda untuk mimpi Anda."
Seringkali kita dengar, "Kalau mimpi jangan tinggi-tinggi \'Bro! Kalau
jatuh nanti sakit!" Banyak orang yang tidak berani bermimpi dan memiliki
impian tinggi karena kalau jatuh sakit. Sebenarnya tidak ada salahnya
memiliki mimpi setinggi mungkin, asal kita bisa mengubahnya menjadi
sebuah impian dan punya komitmen yang kuat dalam menggapainya. Banyak
orang yang bermimpi setinggi mungkin tapi tidak menjadikannya sebuah
impian, sehingga mimpi tersebut hanyalah menjadi angan-angan belaka. Ada
juga yang sudah punya impian tapi tidak punya komitmen yang kuat,
sehingga saat ada 1 orang saja meremehkannya malah langsung 3D (Drop,
Down, Desperate) padahal ia tidak menyadari ada 100 orang yang mendukung
mimpinya. Percayalah saat 1 pintu tertutup, masih ada 100 pintu
terbuka. Hanya saja terkadang kita sudah 3D dulu sebelum menemukan 100
pintu terbuka itu. Saat kita punya komitmen, jatuh dari impian setinggi
apapun hanya terasa seperti tersandung batu kerikil.
Simak kisah nyata dari Kolonel Sanders! Impiannya untuk membangun suatu
restoran dengan konsep franchise ditolak oleh ribuan orang, dan pada
orang ke-1007 barulah mimpinya diterima. Teman-teman, bayangkan komitmen
dari Kolonel Sanders begitu kuat! Jatuh-bangkit sampai ribuan kali pun
ia tetap memiliki komitmen sekeras baja. Maka dari itu, bermimpilah lalu
ubahlah menjadi sebuah impian dan berkomitmenlah pada impian kita
tersebut.
Semua orang-orang sukses di dunia tidak akan pernah sukses tanpa punya
mimpi di awal karirnya. Karena saat kita bertekad untuk mau menjadi
orang sukses, yang PALING penting itu bukanlah berani gagal, take
action, bangkit setelah jatuh, mental baja. Bagaimana kita mau melakukan
itu semua kalau mimpi dan tujuan belum ada? Maka yang paling penting,
pertama kali, adalah PUNYA MIMPI. Tanpa adanya mimpi dan impian dari
Thomas Alva Edison, Wright bersaudara, Graham Bell dan Albert Einstein
sekarang manusia di bumi mungkin tidak mengenal yang namanya lampu
bohlam, pesawat terbang, telepon dan teori relativitas. Itu mengatakan
bahwa segala sesuatu berawal dari mimpi.
Ada suatu kisah menarik dari seorang legenda basket dari Amerika yaitu
Michael Jordan, berawal dari mimpi yang dijadikannya sebuah impian yaitu
menjadi seorang pemain basket terkenal. Suatu hari dengan impian dan
tekad yang kuat, ia mengikuti perkemahan basket. Di sana ia sangat
memukau, Michael memiliki kecepatan dan ketepatan melempar bola sangat
akurat. Tidak ada satu orang peserta yang dapat menghentikannya dan ia
pun yakin kalau ia akan lolos masuk ke tim basket universitasnya. Sampai
pada akhir dari perkemahan, pelatihnya mengatakan bahwa Michael tidak
dapat lolos ke tim basket karena tingginya kurang untuk seorang pemain
basket. Seharian ia menangis dan menyendiri, sampai ia sadar dan
bertekad bahwa impiannya harus dapat tercapai. Ia akan membuktikkan
kepada pelatih basketnya bahwa ia pantas masuk tim basket!
Pada saat libur musim panas, setiap hari ia berlatih di gedung olahraga
sekolahnya dengan tidak kenal lelah, ia juga sering bergelantungan di
ring basket agar tingginya menambah. Setahun kemudian, tinggi Michael
bertambah 10 cm dan saat ada seleksi pemilihan anggota tim basket ia
mengikuti seleksi tersebut. Pelatih universitasnya dengan tidak ragu
memasukan Michael ke dalam tim basket. Sampai akhirnya ia menjadi
seorang pebasket legendaris yang tidak akan pernah dilupakan semua
pecinta basket. Kejadian itulah yang membuat Michael memiliki
kepribadian yang kuat dan komitmen tinggi.
"Saat 1 pintu tertutup, saya percaya masih ada 100 pintu yang terbuka".
Walaupun Michael gagal dalam perkemahan basket tersebut, ia tidak
mengakhiri impiannya. Ia tetap berjuang demi meraih impiannya menjadi
seorang pemain basket, sampai pada akhirnya sebuah pintu pun terbuka
untuk Michael. Moto hidup Michael adalah "Saya bersedia menerima
kegagalan. Setiap orang pernah gagal. Tapi saya tidak mau jika saya
tidak mencoba!"
Pernahkah suatu kali impian kita diremehkan orang lain? Tapi percayalah
bahwa orang yang berkata seperti itu tidak pernah bermimpi, makanya
hidupnya \'gitu-gitu aja\'. Dunia mimpi adalah dunianya orang sukses!
Saya sangat percaya akan hal itu. Tapi saat kita memiliki impian, jangan
setengah-setengah, jangan tanggung-tanggung!
Semoga impian Anda, saya, dan kita semua yang sedang membaca artikel
ini menjadi kenyataan. Apapun mimpi kita jadikanlah sebuah impian dan
percayalah kalau impian adalah awal dari kesuksesan kita semua. Seperti
dalam lirik lagu Laskar Pelangi, "Mimpi adalah kunci, untuk kita
menaklukkan dunia". Selamat bermimpi para pemimpi!